BPBD Gowa-SAR UNM Sosialisasi Pengurangan Resiko Bencana dan Penanaman Pohon

GOWA, SAR UNM– Pasca musibah banjir dan tanah longsor yang terjadi di beberapa titik di Kabupaten Gowa awal tahun 2019, Unit Kegiatan Mahasiswa Search and Rescue Universitas Negeri Makassar (UKM SAR UNM) bergerak cepat melakukan rehabilitasi dan langkah pencegahan.

Salah satunya bekerjasama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gowa dengan menggelar sosialisasi rencana kontinjensi pengurangan resiko bencana dan penanaman pohon di Desa Patalikkang, Kecamatan Manuju, Sabtu (27/4/2019).

Kepala Pelaksana BPBD Gowa Iksan Parawangsah mengatakan kegiatan ini merupakan rangkaian Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB). Lewat sosialisasi kontijensi pengurangan resiko bencana diharapkan masyarakat memiliki kesiapsiagaan.

foto penyerahan bibit pohon ke masyarakat setempat setelah kegiatan talkshow

“Kita belajar dari pengalaman bencana yang terjadi beberapa bulan lalu, langkah pencegahan menjadi sangat penting. Terutama untuk mengurangi penyebab bencana, seperti penanaman pohon,” kayanya.

Iksan menyebutkan kondisi geografi Desa Patalikkang dan Kecamatan Manuju secara umum merupakan perbukitan. Di beberapa lereng gunung ada lahan gundul dan sangat rawan terjadi longsor.

“Hasil penelitian dan kajian dari tim ahli seperti Direktorat Geologi Kementerian SDM menyebutkan kondisi lahan yang gundul ini menjadi bom waktu bagi kita. Karena itu upaya penghijauan harus terus digalakkan,” jelasnya.

Ketua Umum UKM SAR UNM, Abd Rahmad Hamid menambahkan kegiatan penanaman pohon merupakan rangkaian peringatan Hari Lahir SAR UNM ke-18. Pemilihan Desa Patalikkang untuk penanaman pohon karena daerah ini menjadi lokasi terparah terdampak longsor beberapa waktu lalu.

foto saat kegiatan penanaman pohon

“Semoga masyarakat bisa mendapatkan informasi dan pengetahuan terkait pengurangan resiko bencana. Terutama menangani lahan yang kosong dan rawan longsor,” tambahnya.

Kegiatan ini juga menghadirkan pemateri dari Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sulsel. Usai sosialisasi dilanjutkan dengan penanaman pohon bersama masyarakat di beberapa lahan kosong. (Fi, AMM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *